4.7. Tindakan Moral


Banyak perbuatan manusia terkait dengan tindakan baik dan buruk, tapi tidak semua tindakan adalah terkait  baik dan buruk dari segi etika. 

Anda menggaruk kepala dengan tangan kiri, tidak ada kaitannya dengan moralitas.  Anda menerima gaji, menggunakannya terlebih dahulu untuk hobi atau kesenangan bersama teman-teman dan baru memberi sisanya pada isteri,  ini terkait moral.  Karenanya,  disebut tindakan moral. 

Jadi, tindakan moral adalah perbuatan manusia yang dilakukan dengan sengaja dan terkait dengan penilaian baik dan buruk.  Inilah yang dipersoalkan oleh etika. 

Sejauh ini kesimpulan kita adalah:  manusia dapat menentukan tindakan, ia  dapat memilih tindakannya. Namun,  yang dinilai etika hanya tindakan yang terkait  moral,    dan disebut sebagai tindakan moral.  Manusia dengan kehendak bebas dapat melakukan pilihan moral.

*

Dalam pada itu  diakui adanya suatu situasi yang mungkin mengurangi atau bahkan  menghilangkan kehendak bebas. Faktor internal dalam diri manusia, misalnya:  ketakutan, kegelisahan, kebingungan, nafsu, dan kebiasaan. Semua ini menyulitkan kehendak mengadakan pilihan. Anda ingin berhenti merokok atau bangun pagi, misalnya. Walau Anda telah  memilih untuk berhenti merokok atau bangun lebih pagi, nyatanya Anda tetap merokok dan bangun siang. Hakikatnya, suatu kebiasaan harus diganti dengan kebiasaan baru. Tanpa itu, kebiasaan lama tidak akan berubah, betapa pun Anda menginginkannya. 

Jadi, kebiasaan bangun siang harus diganti dengan kebiasaan bangun pagi. Tanpa menumbuhkan kebiasaan baru untuk bangun pagi, dijamin Anda akan tetap berada pada kebiasaan lama: bangun siang. Artinya, apa pun juga, pilihan kehendak bebas tetap ada  pada diri Anda, bukan?   

Sedangkan faktor eksternal yang mungkin menghambat kehendak bebas, misalnya: intimidasi, ancaman, paksaan, siksaan fisik maupun mental, atau penyakit.

Masalahnya, sebagaimana diungkap,  tindakan manusia sangat beragam. Namun tindakan moral hanya terkait pada penilaian baik-buruk  perbuatan dari segi etika: Anda menemukan dompet di taman, akankah Anda kembalikan dompet itu dengan utuh?  Anda seorang dokter, akankah Anda lakukan aborsi atas gadis itu? Anda seorang wartawan, akankah Anda beritakan peristiwa itu? Setiap pagi ibu Anda yang sakit harus diradioterapi dan tidak ada yang mengantarnya ke rumah sakit, haruskah Anda tetap bangun siang dan ketika dibangunkan menyampaikan “pesan kemarahan”, verbal maupun nonverbal?  

Dalam melakukan perbuatannya, manusia bebas melakukan pilihan. Tanpa kebebasan, tidak ada kesengajaan, tidak ada penilaian moral dari segi etika. Sebaliknya, dalam kesengajaan, ada penilaian moral atau disebut juga penilaian etis. 

Dalam tindakan yang sengaja itu, dalam hubungan antarmanusia, ia terkait dengan hak dan kewajiban:   apakah hak Anda untuk bangun siang ataukah kewajiban Anda untuk bangun pagi guna mengantarkan ibu ke rumah sakit?   

Maka, penilaian moral  diartikan sebagai penilaian atas suatu tindakan moral.  Dalam hal ini, yang menilai adalah budi manusia,  dan yang  memutuskan serta menghakimi adalah hatinurani. Artinya, alat yang berfungsi sebagai penilai moralitas  adalah budi dan diputuskan oleh hatinurani manusianya sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar